Potensi Pertanian Tropika

Indonesia merupakan negara agraris. Tanah dan lautan terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Sebagai negara agraris, sektor pertanian seharusnya menjadi prioritas utama pembangunan. Apabila potensi tersebut digali secara optimal maka negara Indonesia dapat mengubah nasibnya menjadi negara yang lebih terhormat dan sejajar dengan negara-negara maju lainnya. Indonesia pernah mencapai prestasi terbaiknya di bidang pertanian dan memberikan kontribusi dalam perekonomian Indonesia. Komoditas pertanian yang popular pada saat itu adalah beras, jagung, gula, dan kacang kedelai. Masa keemasan negara Indonesia dalam bidang pertanian pada tahun 1980-an yaitu upaya swasembada beras sebanyak 41% yang berasal dari Indonesia, namun saat ini hanya sekitar 38% lahan pertanian yang ditanami padi (www.warintek.ristek.go.id).

Gibberella zeae

Gibberella zeae dikenal pula dengan nama Fusarium graminearum. Gibberella zeae atau Fusarium graminearum merupakan salah satu spesies cendawan yang bersifat patogen yang berasal dari kelas Ascomycota. Cendawan jenis ini termasuk khamir yang tumbuh pada tanaman serealia, perithecia, barley, dan gandum. Gibberella zeae memiliki kemampuan berkembang secara seksual dan tidak perlu mengalami tipe perkawinan yang berbeda. Cendawan jenis ini menghasilkan zat beracun yang dapat merusak sistem haemopoietic pada tanaman serealia yang akan diikuti dengan kematian tumbuhan yang terinfeksi cendawan jenis tersebut. Mikotoksin utama tersebut yaitu zearalenon dan deoxyvalenol. Zearalenone dinamakan pula fitoestrogen. Zeralenone merupakan senyawa metabolit anabolik dan uterotrofik yang banyak ditemukan pada tanaman biji-bijian dan pakan ternak. Senyawa ini berperan sebagai agen alami yang menyebabkan hiperestrogenisme serta infertil pada babi, unggas, dan ternak. Selan itu zeralenone dapat mempengaruhi aktivitas estrogen pada pertumbuhan tanaman jagung. Pada manusia cendawan ini dapat mengakibatkan feminisasi pada laki-laki. Deoxyvalenol dinamakan pula vomitoxin. Deoxyvalenol yang menginfeksi tanaman jagung adalah 3,7,15-trihydroxy-12,13-epoxytrichothec-9-en-8-en.

Fusarium graminearum pernah melanda tanaman jagung di Amerika Serikat pada akhir musim panas tahun 1972. Gejala ini diujikan pada babi yang menolak untuk memakan jagung yang telah terinfeksi oleh cendawan tersebut dan memuntahkannya kembali. Selain itu, Fusarium graminearum dapat pula menyerang tanaman gandum. Pada tangkai kepala gandum terdapat kepala gandum yang berisi biji yang terinfeksi oleh askospora yang dihasilkan oleh Gibberella zeae. Spora yang terdapat pada kepala gandum akan berkecambah dan tumbuh ke bawah melalui tangkai kepala gandum. Pada saat jamur mencapai massa tertentu maka jamur tersebut akan menembus stomata gandum.

Struktur pembungaan dapat terjadi baik secara aseksual dan seksual. Pembungaan yang terjadi secara aseksualnya yaitu sporodochia sedangkan secara seksual yaitu perithecia. Konidia pada Fusarium graminearum berupa macronidia berbentuk seperti pisang yang memiliki tiga septa. Macronidia pada Fusarium graminearum berwarna pink. Namun pada tahap seksualnya, Gibberella zeae pada perithecia berwana hitam. Ascospora hampir mirip dengan konidia. Namun ascospora berupa septat yang terdiri dari tiga septat. Perbedaan ascospora dan konidia ialah ascospora memiliki bentuk yang lebih pendek dan lebih besar daripadan konidia.

Visit Banda Aceh Year 2011

Letak geografis Provinsi Aceh terletak di ujung barat negara Indonesia menjadikan wilayah ini lebih terbuka terhadap berbagai kebudayaan luar. Selat Sumatera memang sudah sejak lama dijadikan sebagai jalur lalu lintas perdagangan dunia. Tak hanya itu, penduduk yang tinggal di Aceh pun beragam. Penduduk yang tinggal di wilayah provinsi Aceh dapat dikategorikan sebagai penduduk asli dan pendatang. Penduduk setempat atau penduduk asli Aceh ialah suku Tamiang, Aceh, Aheuk James, Singkil, Simeulu, Gayo, dan yang serumpun dengan suku-suku tersebut. Sedangkan pendatang ialah mereka yang tidak tergolong sebagai suku Aceh dan tidak dilahirkan di Aceh. Yang termasuk suku pendatang ialah suku Jawa, Minangkabau, Batak, Bugis, dan lain-lain.

Provinsi Aceh dinamakan pula Serambi Mekah. Gelar “seuramo Meukah” atau serambi Mekah memberikan gambaran bahwa Aceh memiliki peranan yang penting dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Islam yang pada awalnya masuk melalui pedagang Gujarat kemudian Islam tersebut menyebar ke seluruh penjuru Indonesia. Aturan adat dan agama mulai dikembangkan di seluruh Aceh setelah abad ke 16 setelah adanya usaha perluasan territorial mempersatukan daerah-daerah kerajaan kecil menjadi kerajaan Aceh Darussalam yang dirpimpin oleh Sultan Mughayatsyah. Hubungan antara adat istiadat dan agama Islam di provinsi Aceh terjalin dalam berbagai segi penghidupan masyarakat sehingga keduanya sangat sulit untuk dipisahkan. Bahasa dan kesenian antar daerah di provinsi Aceh berbeda-beda.

Beberapa kesenian daerah yang berasal dari provinsi Aceh :

  1. Dabot yaitu bentuk kesenian yang dimainkan oleh beberapa orang yang diiringi dengan alunan alat musik gendrang seta tarian. Permainan jenis ini dipimpin oleh seorang khalifah.
  2. Haba yaitu cerita seorang tokoh yang dipadukan dengan dongeng. Haba biasanya diveritakan oleh orang yang ahli. Jenis haba yang sering diceritakan ialah haba Dang Deria dan Indra Budiman.
  3. Pho yaitu kesenian yang berpadu dengan unsur seni tari dan seni suara yang dimainkan oleh beberapa anak perempuan yang dipandu oleh seorang syekh.
  4. Rantak kudo yaitu pertunjukkan kesenian seni suara dan seni tari yang dimainkan oleh beberapa orang.
  5. Pancan gelombang yaitu bentuk kesenian yang dimainkan secara beregu yang duipandu oleh seorang guru. Pada kesenian ini terpadu unsur seni tari dan seni bela diri.
  6. Saman gayo yaitu tarian yang dimainkan oleh beberapa orang lelaki dimana terdapat unsur seni suara dan seni tari.

Masyarakat adat Aceh memiliki bahasa Aceh sebagai bahasa pergaulan. Masyarakat adat Aceh Aneuk Jamee memiliki bahsa Aneuk Jamee sebagai bahasa pengantar. Masyarakat adat Tamiang memiliki bahasa Tamiang sebagai bahasa pengantar. Masyarakat adat Gayo memiliki bahasa Gayo sebagai bahasa pengantar. Masyarakat adat Alas memiliki bahasa Alas sebagai bahasa pengantar. Meskipun tiap bahasa yang dipergunakan oleh masing-masing daerah berbeda namun memiliki beberapa dialek atau intonasi yang mirip. Adanya perbedaan dialek atau intonasi tersebut erat kaitannya dengan keadaan geografis dan faktor interaksi di antara kelompok masyarakatnya. Perbedaan dialek tersebut tidak berpengaruh pada perbedaan tingkat sosial masyarakatnya. Dengan adanya perbedaan itulah yang membuat Negara Indonesia menjadi sangat kaya akan kebudayaan daerah.

Beberapa dialek pada masing-masing daerah di provinsi Aceh antara lain:

  1. Bahasa Aceh memiliki bebreapa dialek yaitu dialek pesisir barat, dialek Aceh besar, dialek Pidie, dan dialek Aceh utara.
  2. Bahasa Aneuk Jamee memiliki beberapa dialek yaitu dialek Tapak tuan, dialek Samudra, dialek labuhan haji, dan dialek Susoh.
  3. Bahasa Tamiang memiliki beberapa dialek yaitu dialek Tamiang hilir dan dialek Tamiang hulu.

Pakaian dan perhiasan yang dimiliki oleh masyarakat ialah kulah lama, kupiah meukotop, destar, baju bulat leher, gelang kaki, tirai, langit-langit, tilan duduk, ceradie, delansie, opok-opok, dan lain

What is Ferrite Bead?

Ferrite bead adalah sebuah magnet yang dibuat dari senyawa besi oksida dan keramik. Bagian tersebut tertutup oleh sebuah wadah plastik berbentuk silinder. Ferrite bead biasanya dipasang pada bagian ujung kabel yang dekat dengan perangkat.Ferrite bead merupakan alat yang digunakan untuk menekan frekuensi kebisingan yang tinggi pada suatu sirkuit elektronik (pasif low pass filter). Alat ini bertindak sebagai penghambat karena dapat mengurangi interferensi elektromagnetik maupun interferensi frekuensi radio. Dengan demikian, semua gangguan pada kabel akan dihilangkan sebelum gangguan tersebut sampai pada sebuah perangkat.